Kerap Tanggapi Banjir dan Lingkungan, Mengapa Li Claudia Belum Bersuara soal Blackout Batam?

BATAM, siberpublik – Li Claudia Chandra selama ini kerap menjadi perhatian publik melalui tanggapannya terhadap sejumlah persoalan di Batam, mulai dari banjir hingga isu lingkungan. Namun, setelah pemadaman listrik massal atau blackout melanda Batam pada 12 Oktober 2026, pernyataan langsung Li Claudia terkait persoalan tersebut masih dinantikan masyarakat.

Blackout yang berdampak terhadap aktivitas warga, pelaku usaha, hingga pelayanan publik itu menyisakan pertanyaan mengenai penyebab gangguan, evaluasi pelayanan kelistrikan, serta langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Di tengah situasi tersebut, publik menantikan tanggapan Li Claudia yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam. Kehadiran suara dari para pemangku kepentingan dinilai penting agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai langkah koordinasi dan evaluasi yang dilakukan setelah gangguan listrik terjadi.

Selama ini, Li Claudia kerap memberikan perhatian terhadap persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, termasuk banjir dan lingkungan. Karena itu, belum adanya pernyataan langsung yang berhasil dikonfirmasi secara khusus mengenai blackout menjadi hal yang dipertanyakan.

Apakah Li Claudia akan menyampaikan sikapnya terhadap gangguan kelistrikan tersebut? Bagaimana koordinasi yang dilakukan dengan pihak terkait untuk memastikan pelayanan listrik di Batam semakin andal?

Pertanyaan itu menjadi relevan mengingat listrik merupakan kebutuhan mendasar bagi rumah tangga, kegiatan ekonomi, industri, serta berbagai layanan publik di Batam.

Meski demikian, belum adanya tanggapan langsung yang terkonfirmasi tidak serta-merta berarti Li Claudia tidak mengambil langkah atau tidak memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Penjelasan langsung dari yang bersangkutan tetap diperlukan untuk memperoleh gambaran yang utuh.

Awak media masih berupaya mengonfirmasi Li Claudia Chandra guna meminta tanggapan mengenai blackout Batam, termasuk langkah yang telah atau akan dilakukan serta pandangannya terhadap evaluasi pelayanan kelistrikan pascagangguan.

Hingga berita ini disusun, tanggapan langsung Li Claudia terkait pertanyaan tersebut masih dinantikan. Redaksi akan memperbarui pemberitaan apabila yang bersangkutan memberikan keterangan.

Masyarakat kini berharap persoalan blackout tidak berhenti pada pemulihan pasokan listrik semata. Transparansi penyebab gangguan, evaluasi yang menyeluruh, dan langkah pencegahan yang terukur menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan kelistrikan di Batam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *