Dari Batam untuk Flores,Pemuda Ruko Tua turun ke jalan Galang Donasi korban Gempa

Dari Batam untuk Flores, Pemuda Ruko Tua Turun ke Jalan Galang Donasi Korban Gempa

 

BATAM — Jarak geografis yang membentang antara Batam dan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak menghalangi kepedulian terhadap saudara-saudari yang sedang menghadapi duka akibat gempa bumi.

 

 

Semangat kemanusiaan itu kembali terlihat pada Jumat (21/8/2026) sore.

 

Pemuda dan pemudi Ruko Tua di bawah naungan Perkumpulan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK NTT) Kota Batam turun langsung ke jalan untuk menggalang dana bagi korban gempa di Flores.

 

Aksi penggalangan dana tersebut berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan Simpang Kara, Batam.

 

Para pemuda dan pemudi bersama relawan berdiri di sejumlah titik untuk mengetuk kepedulian masyarakat dan pengguna jalan.

 

Kegiatan di Simpang Kara dikoordinasikan langsung oleh Ketua Koordinator Pemuda Flores Timur, Nus Soge, yang memimpin relawan dalam menjalankan aksi kemanusiaan tersebut.

 

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan solidaritas PK NTT Kota Batam yang berlangsung selama 21–23 Agustus 2026 di sejumlah titik strategis Kota Batam.

 

Sedikitnya terdapat delapan titik penggalangan dana yang disiapkan, yakni Simpang Gelael Sungai Panas, Simpang Baloi, Simpang Jam, Simpang Kepri Mall, Simpang Kara, Simpang Sungai Harapan, Simpang SP Plaza dan Simpang Polsek Sagulung.

 

Ketua Umum PK NTT Kota Batam, Andi S. Mukhtar, mengatakan gerakan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat NTT di perantauan terhadap korban bencana di tanah kelahiran.

 

Menurutnya, meskipun masyarakat NTT di Batam tidak dapat hadir secara langsung untuk membantu proses pemulihan di Flores, kepedulian dapat diwujudkan melalui bantuan yang dikumpulkan bersama.

 

“Kami mungkin berada jauh dari Flores, tetapi rasa persaudaraan tidak pernah mengenal jarak. Melalui aksi ini, kami ingin hadir dan memeluk saudara-saudari kita yang sedang berduka,” ujar Andi.

 

Sekretaris Umum PK NTT Kota Batam, Moh Agung Teibang, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan sekadar kegiatan pengumpulan dana, tetapi merupakan panggilan kemanusiaan.

 

“Musibah ini adalah ujian kemanusiaan bagi kita semua, bukan hanya milik satu kelompok atau satu suku saja,” katanya.

 

Ia menambahkan, kepedulian masyarakat Batam diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan bagi masyarakat Flores untuk menghadapi masa sulit dan bangkit kembali.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Donasi, Marselinus Taufan Wesa, memastikan proses penggalangan dan penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.

 

Kegiatan tersebut juga telah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam melalui Surat Rekomendasi Nomor B/1043/400.9/VIII/2026.

 

Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan tetapi tidak sempat mendatangi titik penggalangan dana, panitia juga membuka donasi non-tunai hingga 30 Agustus 2026 melalui rekening BRI 8068-0100-0068-563 atas nama PK NTT KOTA BATAM, serta QRIS resmi yang disediakan panitia.

 

Gerakan para pemuda dan pemudi Ruko Tua di Simpang Kara menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak mengenal batas wilayah.

 

Dari Batam, doa, tenaga dan uluran tangan dikirimkan untuk Flores.

 

Satu kepedulian mungkin terlihat kecil, tetapi ketika dilakukan bersama, ia dapat menjadi harapan bagi mereka yang sedang menghadapi duka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *