Batam, BTN– Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Tingginya minat wisatawan asal Malaysia menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas di daerah perbatasan tersebut.
Melalui program Familiarization Trip (Famtrip) yang digelar Kementerian Pariwisata pada Mei 2026, sejumlah agen perjalanan dan operator tur asal Malaysia diajak melihat langsung potensi wisata yang dimiliki Batam, Tanjungpinang, dan Bintan. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi memperluas pasar wisatawan mancanegara sekaligus memperkuat kerja sama bisnis pariwisata lintas negara.
Kepri dinilai memiliki keunggulan kompetitif karena letaknya yang sangat dekat dengan Malaysia dan Singapura. Akses transportasi laut yang mudah, budaya Melayu yang kuat, serta ketersediaan fasilitas wisata ramah Muslim menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan negeri jiran.
Data kunjungan wisatawan menunjukkan tren yang terus meningkat. Sepanjang tahun 2025, Kepri menerima lebih dari 2,1 juta wisatawan mancanegara dan lebih dari 5,2 juta perjalanan wisatawan nusantara. Khusus wisatawan Malaysia yang masuk melalui Batam, jumlah kunjungan meningkat sekitar 48 persen dibanding tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut tidak hanya berdampak pada sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap usaha kuliner, UMKM, ekonomi kreatif, jasa wisata, hingga investasi kawasan wisata baru.
Pelaku industri pariwisata berharap promosi yang terus dilakukan pemerintah dapat memperkuat posisi Kepri sebagai gerbang wisata internasional Indonesia bagian barat. Dengan potensi pasar yang besar dan lokasi strategis, Kepri dinilai memiliki peluang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata yang mampu menarik investasi domestik maupun asing dalam beberapa tahun ke depan.







